Selamat Datang Di Rooster Blog, Tempat Koleksi dan Penjualan Ayam Bangkok !

Blog Ini di buat sebagai sarana anda yang hobi Memelihara Ayam Bangkok untuk membeli, mencari tips perawatan ayam, atau pun berbagi cerita mengenai pengalaman berternak ayam bangkok

Si "Bajak Laut" Bibit Unggul

Berhasil Menghasilkan Anakan Berkualitas, Si "Bajak Laut" masih Bugar Bertarung... (Click Gambar / Judul Untuk Membaca Selengkapnya)

Si "MADU" Jago Ayam Bangkok Siap tarung (ROOSTER)

Pada Umurnya yang ke 17 bulan, SI MADU telah mengalahkan Lawannya 4 Kali (Dijual) (Click Gambar / Judul Untuk Membaca Selengkapnya)

Lancuran Super Hasil turunan Bajak Laut (ROOSTER)

berikut merupakan Lancuran Super Rooster, hasil Anakan Bajak Laut Yang sudah beranjak 5-6 bulan (Click Gambar / Judul Untuk Membaca Selengkapnya)

Contact Person
Nama : Harry Suyadi
Contact : 081327744154
harry.suyadi@gmail.com
PIN BB : 275719c9

Selasa, 25 September 2012

SI Bajak Laut (Jago Bibitan Ayam Bangkok)

"Rooster" diJual Jago Ayam Bangkok Aduan (Koleksi Koleksi bangkok)
Tag : Bibitan Ayam Bangkok (Rooster : Jual Beli Ayam Bangkok /Aduan ) / Pacekan / Indukan Super AyamBangkok 
bibitan saya yang satu ini, saya beri nama "Bajak Laut", sesuai dengan namanya, ayam ini memiliki kondisi fisik dengan mata normal sebelah (Ceyang). tapi jangan salah, sejauh ini walaupun dia ceyang dan sudah digunakan untuk bibitan, dia sudah mengalahkan 5 ayam jago , 2 di antaranya lehernya patah,
ayam ini termasuk salah satu ayam kesayangan saya.

Galeri Foto  :


SI Bajak Laut ini sudah menghasilkan anakan - anakan yang berkualitas.dengan indukan betina si "Kembar" yang telah menghasilkan 3X (kali) berturut - turut anakan kembar ("Satu Telur Menetas 2 anak ayam")

Profil Bajak Laut :

- Ukuran         :  7,5
- Berat            : 3,8 Kg
- Tipe Tarung   : Control,Bongkar Sayap, Teknik , Memiliki Pukulan KO
- Rekor           :  Menang : 15 kali >5 diantaranya setelah menjadi pacekan/bibitan > dibawah 2 air, 2 diantaranya patah leher.
- Umur            : 21 bulan

Anda Bisa Memesan Anakannya dengan menghubungi Contact Kami.
Hubungi lebih lanjut :

Nama      : Bpk Harry Suyadi
Alamat     : Purwokerto. 
Contact    : 02819102615  
                    0281 7915766  
                    081 327744154
                    harry.suyadi@gmail.com

"Anakan Bajak Laut dengan si Kembar"
Img : "SI KEMBAR"
Img : "SI KEMBAR"
Anakan Si Kembar periode 2,
satu telur 2 ayam, umur 2 bulan
Anakan Si kembar lainnya
Bibitan Jago Ayam Bangkok Rooster,

Cara mengobati Penyakit Bubul Pada Kaki Ayam

Penyakit Bubul pada kaki Ayam bangkok dan cara menyembuhkannya, "Rooster" (menghilangkan penyakit bubul). Penyakit ini berbentuk gumpalan, benjolan/bengkak pada telapak kaki bawah ayam bangkok.

Penyakit ayam yang sering terjadi pada organ tubuh ayam di bagian kaki, penyakit ini sangat di kenal dengan istilah Bubul. Pada bagian telapak kaki ayam, penyakit ini adalah penyakit yang di sebabkan oleh infeksi pada bagian kaki (pada awalnya). Bisa di katakan atau di kategorikan ganas juga. Biasanya penyakit ini sangat sering di temukan ayam bangkok petarung yang diumbar bebas, tidur diatas pohon, alas kandang yang tajam, luka saat nyeker dan lain-lain yang bisa menyebabkan luka di telapak kaki. Karena penyakit bubul sering terjadi pada ayam yang sudah menginjak usia 6 bulan sampai 3 tahun ( tahap keganansan) karena pada usia ini lah sering terdapat ayam yang sudah terinfeksi bakteri. Berikut beberapa cara untuk mengatasi penyakit bubul pada ayam.

Cara 1: Mensterilkan luka dengan sebisa mungkin menjaga kebersihan luka tersebut dan memberikan alas kandang yg empuk supaya luka tidak bertambah parah. Pengobatan tergantung seberapa parah tingkat lukanya. Kalau sudah mengangga lebar, sangat sulit disembuhkan. Tapi kalau masih kecil, kemungkinan masih bisa sembuh. Untuk tahap pertama, sembuhkan dulu bengkaknya dgn memberikan balsem setiap hari. Setelah bengkaknya mengecil, luka bisa disembuhkan dgn obat kutil COLOMAC dan ditutup plester. Jangan sekali kali mencabut lukanya karenan justru akan menimbulkan luka baru. Biarkan saja lukanya keluar sendiri.

Cara 2: Jika bubul sudah tua/bengkak besar dan keras ambil paku/logam yang seukuran dengan mata bubul yang mengeras pada kaki ayam bangkok, bakar paku tersebut sampai panas benar kemudian tempelkan HANYA pada mata bubul yang keras tersebut ( hati2 jangan sampai terkena kulit ayam sekitarnya ), biarkan sesaat sampai panas merasuk dan kaki ayam dihentakkan tanda kepanasan, ulang 3 - 4 kali tindakan tersebut kemudian ayam diumbar biar jalan-jalan, lakukan hal tersebut selama 3 hari. Biasanya dalam 1 minggu mata bubul menjadi mati dan bengkak juga mengecil, ayam dijamin tidak pincang lagi.

Cara 3: Tempelkan CAPLAK / KOYOK CABE tiap 3 hari sekali diganti, insya Allah sembuh. 

begitulah artikel saya mengenai cara cara mengobati penyakit bubul yang sering hinggap di kaki ayam bangkok kita.
Terima Kasih

Penyakit Pada Ayam Bangkok dan Pengobatannya

Penyakit Pada Ayam Bangkok dan Pengobatannya "ROOSTER" ( Tag : Mengobati Penyakit Ayam Bangkok ) "macam macam penyakit di DUNIA Ayam Bangkok / Ayam Bangkok Unggul"

Berikut saya akan berbagi mengenai "Macam Macam Penyakit pada Ayam Bangkok dan  Pengobatannya", memelihara ayam bangkok memang tidak semudah kelihatannya, apalagi saat musim penyakit, langsung saja, berikut macam macam penyakit Ayam Bangkok dan pengobatannya : 

Penyakit Snot (Coryza)

Penyakit Snot atau coryza disebabkan oleh bakteri Haemophillus gallinarum. Penyakit Snot dapat menyerang semua umur ayam dan terutama menyerang anak ayam, biasanya penyakit ini muncul akibat adanya perubahan musim dan banyak ditemukan di daerah tropis. Perubahan musim biasanya akan mempengaruhi kesehatan ayam. Angka morbiditas kawanan unggas bervariasi antara 1-30%. Mortalitas atau Angka kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini mencapai 30%.

Cara penularan
Bakteri Haemophillus gallinarum hanya dapat bertahan diluar diinduk semang tidak lebih dari lebih dari 12 jam. Penularan penyakit Snot atau coryza dapat melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit juga dapat melalui udara, debu, pakan, air minum, petugas kandang dan peralatan yang digunakan.
Gejala klinis
Ayam yang secara klinis telah terinfeksi menunjukkan gejala sebagai berikut
- pengeluaran cairan air mata
- ayam terlihat mengantuk dengan sayapnya turun atau menggantung
- keluar lendir dari hidung, kental berwarna kekuningan dan berbau khas
- Pembengkakan didaerah sinus infra orbital
- terdapat kerak dihidung
- napsu makan
- ayam mengorok dan sukar bernapas
- pertumbuhan menjadi lambat.

Perubahan patologi
Pada kasus akut dijumpai konjungtivitis berat dan peradangan pada pinggir kelopak mata (periorbital fascia). Pada kasus kronis dijumpai sinusitis yang bersifat serosa sampai kaseosa.

Diagnosis
Bakteri Haemophillus gallinarum dapat diisolasi dari swab sinus ayam yang menderita penyakit akut. Isolasi laboratorium dapat dilakukan dengan menggunakan plat agar darah yang telah digores staphylococcus sp dan diinkubasi dalam suasa anaerob.

Diferential diagnosa
Diagnnosa banding dari penyakit coryza adalah Mikoplasmosis atau Chronic Respiratory Disease (CRD) dan Infectious Laryngotracheitis (ILT) .

Pengobatan
Pengobatan penyakit snot pada unggas adalah dengan pemberian preparat sulfat seperti sulfadimethoxine atau sulfathiazole. Pemberian sulfonamida dapat dikombinasikan dengan tetrasiklin untuk mengobati coryza dan dapat diberikan melalui air minum atau disuntikkan secara intramuskular. Perhatikan withdrawal time pada ayam petelur karena obat tersebut dapat mengkontaminasi telur dan kualitas dari kerabang telur.

Pengendalian
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan dengan baik. Kandang sebaiknya terkena sinar matahari langsung sehingga mengurangi kelembaban. Kandang yang lembab dan basah memudahkan timbulnya penyakit ini.

Penyakit Ngorok atau Chronic Respiratory Disease (CRD)

Penyakit Ngorok biasa juga disebut dengan Chronic Respiratory Disease (CRD) atau mikoplasmosis atau Sinusitis atau Air Sac. Penyakit Chronic Respiratory Disease disebabkan oleh bakteri Mycoplasma galisepticum. Biasanya menyerang ayam pada usia 4-9 minggu. Penularan terjadi melalui kontak langsung, peralatan kandang, tempat makan dan minum, manusia, telur tetas atau DOC yang terinfeksi.
Faktor predisposisi atau faktor pendukung
- Kondisi kandang yang lembab
- Kepadatan kandang yang terlalu tinggi
- Litter yang kering
- Kadar amonia yang tinggi.

Cara penularan
Penularan penyakit terjadi baik secara vertikal maupun horizontal. Secara vertikal dapat melalui induk yang menularkan penyakit melalui telur dan horizontal disebarkan dari ayam yang sakit ke ayam yang sehat. Penularan penularan tidak langsung dapat melalui kontak dengan tempat peralatan, tempat pakan, hewan liar maupun petugas kandang.

Gejala klinis
Ngorok basah, adanya leleran hidung lengket dan terdapat eksudat berbuih pada mata dan ayam suka menggeleng-gelengkan kepalanya. Pada kasus kronis mengakibatkan kekurusan dan keluarnya cairan bernanah dari hidung.

Pengobatan
Pengobatan CRD pada ayam yang sakit dapat diberikan baytrit 10% peroral, mycomas dengan dosis 0.5 ml/L air minum, tetraclorin secara oral atau bacytracyn yang diberikan pada air minum.

Pencegahan
Membeli ayam baik indukan, pejantan, dan anakan yang benar-benar terbebas dari chronic respiratory disease (CRD). Menjaga kebersihan dan tingkat kelembaban kandang dan area ayam.

Penyakit Berak Kapur atau Pullorum

Pullorum merupakan penyakit menular pada ayam yang dikenal dengan nama berak putih atau berak kapur (Bacilary White Diarrhea= BWD). Penyakit ini menimbulkan mortalitas yang sangat tinggi pada anak ayam umur 1-10 hari. Selain ayam, penyakit ini juga menyerang unggas lain seperti kalkun, puyuh, merpati, beberapa burung liar. Pullorum atau Berak kapur disebabkan oleh bakteri salmonella pullorum dan bakteri gram negatif. Bakteri ini mampu bertahan ditanah selama 1 tahun
Di Indonesia penyakit pullorum merupakan penyakit menular yang sering ditemui. Meskipun segala umur ayam bisa terserang pullorum tapi angka kematian tertinggi terjadi pada anak ayam yang baru menetas. Angka morbiditas pada anak ayam sering mencapai lebih dari 40% sedangkan angka mortalitas atau angka kematian dapat mencapai 85%.

Cara penularan
Penularan penyakit Pullorum dapat melalui 2 jalan yaitu:
- Secara vertikal yaitu induk menularkan kepada anaknya melalui telur.
- Secara horizontal terjadi melalui kontak langsung antara unggas secara klinis sakit dengan ayam karier yang telah sembuh, sedangkan penularan tidak langsung dapat melalui kontak dengan peralatan, kandang, litter dan pakaian dari pegawai kandang yang terkontaminasi.

Gejala klinis
- napsu makan menurun
- feses (kotoran) kotoran berwarna putih seperti kapur
- Kotorannya menempel di sekitar dubur berwarna putih
- kloaka akan menjadi putih karena feses yang telah keringkering
- jengger berwarna keabuan
- mata menutup dan nafsu makan turun
- badan anak ayam menjadi lemas
- sayap menggantung dan kusam
- lumpuh karena artritis
- suka bergerombol

Perubahan patologi
Pada kasus yang akut sering dijumpai pembesaran pada ahati dan limpa dan kadang kadang sering diikuti omfalitis. Pada kasus kronis dijumpai abses pada organ dalam dan adanya radang pada usus buntu (tiflitis kaseosa) yang ditandai adanya bentuk berwarna abu-abu didalam usus buntu.

Diagnosis
Isolasi dan identifikasi salmonella pullorum dapat diambil melalui hati, usus maupun kuning telur dapat dilakukan pembiakan kedalam medium. Ayam karier yang sudah sembuh dapat diidentifikasi dengan penggumpalan darah secara cepat (rapid whole blood plate aglutination test).

Pengobatan
Pengobatan Berak Kapur dilakukan dengan menyuntikkan antibiotik seperti furozolidon, coccilin, neo terramycin, tetra atau mycomas di dada ayam. Obat-obatan ini hanya efektif untuk pencegahan kematian anak ayam, tapi tidak dapat menghilangkan infeksi penyakit tersebut. Sebaiknya ayam yang terserang dimusnahkan untuk menghilangkan karier yang bersifat kronis.

Pencegahan

Ayam yang dibeli dari distributor penetasan atau suplier harus memiliki sertifikat bebas salmonella pullorum. Melakukan desinfeksi pada kandang dengan formaldehyde 40%. Ayam yang terkena penyakit sebaiknya dipisahkan dari kelompoknya, sedangkan ayam yang parah dimusnahkan.


sekian artikel menganai pengobatan pada penyakit Ayam Bangkok 

Minggu, 23 September 2012

Tips Merawat Ayam Bangkok Di musim Kemarau

Cara Merawat Ayam Bangkok saat musim Penyakit "ROOSTER" ( Tag : Cara memelihara Ayam Bangkok )
DUNIA Ayam Bangkok / Ayam Bangkok Unggul

Tips Ayam aduan , anda hobi ayam apalagi ayam tarung atau biasa disebut ayam bangkok aduan, unggas jenis ini memang banyak yang menggemarinya untuk sekedar hobi juga bisnis, karena jika harganya meningkat tajam jika ayam ini memang jago tarung, Tips merawat Ayam bangkok aduan pada musim panas yang Rooster Blog suguhkan kali ini untuk anda yang hobi ayam

Cara memelihara ayam bangkok aduan saat musim kemarau atau panas biar tidak gampang terserang penyakit,
Tips Memelihara Ayam Bangkok Aduan di Musim Panas
Sebenarnya ini adalah teknik dasar saja, akan tetapi jika kita mempraktekan teknik ini kemungkinan ayam ayam kita akan sedikit terselamatkan dari wabah penyakit yang sering di derita ayam saat mursim kemarau atau musim panas datang, dan berikut ini Tips Memelihara Ayam Bangkok Aduan di Musim Panas
  • Selalu beruhana mengkkondisikan kandang yang teduh,
  • situasi kandang yang bebas dari debu,
  • lakukan penyiraman untuk tanah area kandang dengan air ,
  • bersihkan setiap hari kandang kita dari bekas kotoran yg menempel di dlm kandang,
  • kasih makan sayuran pada siang hari dengan cara memotong kecil2 sayuran tersebut,
  • jangan memberikan minum ayam kita saat siang hari karena akan berakibat ayam menjadi pilek, pemberian minum lakukan pada sore hari saja,usahkan makanan yang kering2 saja,karena makanan yang lembek akan berakibat ayam menjadi pilek dan ngorok,
  • lebih banyak kasih sayuran hijau,
  • mandikan ayam tapi jangan terlalu basah,kepala hanya di usap saja,tanpa harus di basahi total,basahi sketiak ,dan sayap,agar bulu tidak kusam dan rontok.biasanya bulan seperti ini kalau siang panas malamnya pasti dingin
  • usahan ayam di box yang hangat kalau perlu kasih lampu walau ayam itu sudah dewasa,
  • serta tutup agar tdk tergigit nyamuk,
Silahkan memberikan saran dan kritik atas artikel diatas dengan saling berbagi dan sharing seperti ini kita akan mendapatkan ilmunya semoga Tips Memelihara Ayam Bangkok Aduan di Musim Panas ini bermanfaat

sumber : http://dhono-wareh.blogspot.com/2012/05/tips-memelihara-ayam-bangkok-aduan.html

Sabtu, 01 September 2012

Ciri-Ciri Ayam Bangkok Yang Siap Tarung/Diadu

Ciri-Ciri Ayam Bangkok Yang Siap Diadu/ Tarung ~ ROOSTER, ciri ciri lancuran yang siap adu / turun ke kalangan. 
 Dengan Mengetahui Kondisi Ayam, kita bisa membuat Ayam lebih kuat dan ta terkalahkan,
Untuk Pecinta Ayam bangkok, sudah lazimnya kita mengetahui hal- hal pada ayam bangkok khususnya dimana/kapan ayam bangkok kita siap di adu atau siap turun ke kalangan.

Ciri-Ciri Ayam Bangkok Yang Siap Diadu/ Tarung yang pertama adalah kulit yg membungkus daging memerah. Bagian yg memerah antara lain di daerah kepala, garis kaki, kulit diantara sela-sela kaki, kulit pantat, daging pangkal sayap & di bagian dada. Ciri-ciri yg mudah dikenali adalah apabila ayam terlihat fit.

Ciri-Ciri Ayam Bangkok Yang Siap Diadu/ Tarung yang kedua adalah bulu ayam bangkok tersebut terlihat mengkilat, bulu seperti berminyak, terutama saat kena sinar matahari. Ayam yg bulunya kusam menandakan ayam tersebut kurang sehat,”

Ciri-Ciri Ayam Bangkok Yang Siap Diadu/ Tarung yang ketiga adalah ayam bangkok tersebut banyak bergerak, terlihat garang bila menemui ayam pejantan lain. Ayam yg siap tarung biasanya akan aktif dan menabrak2 sangkarnya bila melihat pejantan lain atau saat ada betina di depannya.

Ciri-Ciri Ayam Bangkok Yang Siap Diadu/ Tarung yang keempat adalah nafas ayam Bangkok. Dalam hal ini perlu adanya proses ngabar (uji coba). Kalau dlm arena sebenarnya 1 ronde 15 menit, sebaiknya ayam bangkok dicoba dgn waktu 25 menit. Langkah ini di tempuh agar ayam bangkok benar-benar siap di arena nantinya. Kita andaikan saja, 25 menit saja kuat apalagi cuma 15 menit, Untuk ayam pemula minggu pertama cukup satu air yg kemudian diteruskan minggu kedua dgn 2 air & seterusnya, 3-4 air saja sudah cukup & setelah ituayam bangkok siap ditarungkan/ diadu.

Database Learning